Kamis, 02 Mei 2013

Panduan Teknik Bermain Organ sistim 2 jari

BAB I PENGENALAN TANGGA NADA DAN NADA DASAR PADA TANGGA NADA MAYOR A. Pengertian Tangga Nada Diatonis Tangga Nada Diatonis Tangga nada Diatonis adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak 1 dan ½. Tangga nada semacam ini ada 2 macam, yaitu : a. Tangga nada Mayor Tangga nada Mayor adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak : 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1 - 1/2 Tangga nada Mayor disebut juga sebagai tangga nada Mutlak, artinya sebuah tangga nada yang susunan nadanya terdiri dari semua jenis nada (dalam hal ini diaplikasikan sebagai nama nada/huruf) harus tertulis tidak ada yang kurang tidak ada yang dobel, Oleh sebab itu sebelum menyesuaikan aturan jarak harus disusun dulu abjad/huruf. contoh : (1) G Mayor = G - A - B - c - d - e - fis - g (2) F Mayor = F - G - A - Bes - c - d - e - f b. Tangga nada Minor Tangga nada Minor adalah tangga nada yang mempunyai pola jarak : 1 - 1/2 - 1 - 1 - 1/2 - 1 - 1 contoh : (1) E minor = E - Fis - G - A - B - c - d - e (2) D minor = D - E - F - G - A - Bes - c – d Namun kita akan membatasi bahasan pada tangga nada mayor, yang nada awalnya selalu diawali dengan nada “do”, “mi” atau sol. Karena seluruh partitur dalam buku Doding Haleluya GKPS memakai tangga nada mayor. Bagaimanakah cara menyusun susunan nada dan nada dasar pada tangga nada mayor? Untuk memulai kita harus berpatokan kepada nada dasar netral atau asli, yaitu C = do. Pada nada dasar ini, semua nada adalah asli atau bentuk baku. Artinya semua nadanya adalah original, belum mengalami kres atau mol. Susunan nada pada tangga nada mayor dengan nada dasar C = do adalah : c – d – e – f – g – a – b – c’. atau do – re – mi – fa – sol – la – si – do’. Do terakhir memiliki tanda aksen, itu artinya bahwa oktavenya telah naik dari nada sebelumnya, sehingga sering juga disebut sebagai nada “do tinggi”. Tinggi rendahnya suara manusia tidaklah sama, demikian juga warna suara manusia tidak ada yang sama. Sehingga perlu penyesuaian nada dengan cara menurunkan ½ nada atau menaikkan ½ nada. Nada yang diturunkan ½ nada dari nada natural disebut juga mol dengan lambang seperti huruf “b” kecil. Sedangkan nada yang telah dinaikkan ½ nada dari nada natural disebut juga kres, dengan lambang tanda pagar (#). Banyaknya jumlah mol dan kres pada tangga nada (not balok) menandakan bahwa nada pada nada dasar tersebut telah mengalami mol atau kres sejumlah lambang mol / kres yang ditulis pada tangga nada. Perhatikan gambar dibawah ini, hitunglah berapa banyak lambang mol pada tangga nada dibawah ini. Terlihat jelas ada tiga buah tanda / lambang mol pada tangga nada diatas, artinya pada tangga nada diatas ada 3 buah nada yang telah diturunkan ½ nada dari nada natural. Nada tersebut adalah nada ketiga, keenam dan ketujuh. Bagaimanakah cara menentukan nada dasar pada tangga nada yang berkres atau mol ? perhatikan susunan nada pada nada dasar (netral) atau C = do. C = do artinya nada do pada tangga nada tersebut tinggi/rendahnya adalah setinggi nada C pada nada dasar natural. Susunannya adalah sebagai berikut : c – d – e – f – g – a – b – c’. untuk menentukan nada dasar pada tangga nada yang telah diturunkan (mol), adalah dengan cara menunjuk nada ke-4 dari C= do. Nada ke empat pada susunan nada C = do adalah F = do. Berarti untuk nada dasar 1 mol adalah F = do. Kemudian nada ke empat dari nada dasar 1 mol (F= do) tersebut diturunkan lagi setengah nada, dan namanya diakhiri dengan sebutan “es”. Sehingga susunannya menjadi seperti berikut ini : f – g – a – bes – c – d – e – f’ . nada keempat pada nada dasar F = do adalah b, tetapi karena diturunkan ½ nada maka nada “b” itu berubah menjadi “bes”. Untuk menentukan nada dasar bermol berikutnya (2b) adalah dengan menunjuk nada ke empat pada pada 1b. sehingga kita dapat nada Bes sebagai nada dasar untuk nada 2 mol dengan susunan nada : bes – c – d – es – f – g – a – bes. Nada keempat pada nada Bes = do (2b), kita jadikan lagi menjadi nada dasar untuk 3b, sehingga susunan nadanya menjadi : es – f – g – as – bes – c – d – es’. Dan nada ke empat tersebut adalah nada dasar untuk empat mol, demikian seterusnya sehingga semua nada dasar bermol ditemukan. Coba kamu uraikan lagi dengan jelas bagaimanakah susunan nada dasar untuk 5 mol sampai 7 mol ? dengan cara mencermati uraian diatas, kamu pasti bisa dan hal ini sangat vital sekali dalam memainkan organ, karena setiap nada yang kena mol atau kres ; tuts yang dipakai adalah tuts hitam (barisan atas). Sedangkan nada yang natural tuts yang dipakai adalah tuts putih ( barisan bawah). Selanjutnya bagaimana dengan nada yang dinaikkan ½ nada ? yang menjadi acuan adalah nada dasar C = do. Kita uraikan lagi susunan nada pada dasar C = do. c – d – e – f – g – a – b – c. untuk menentukan nada dasar pada tangga nada yang dinaikkkan ½ nada adalah dengan cara menunjuk nada ke-5 dari tangga nada netral (C = do) untuk menjadi nada dasar pada 1#. kita menemukan nada g adalah nada ke lima, berarti G = do adalah nada dasar untuk 1#. Sehingga apabila kita uraikan susunan nadanya adalah : g – a – b – c – d – e – fis – g’. Perhatikan nada ke-7 pada susunan nada pada nada dasar G =do, nada ke7 seharusnya adalah f tetapi akibat dinaikkan ½ nada maka namanya diganti menjadi fis. Berarti nada yang dinaikkan ½ nada adalah setiap nada ke7 dari tangga nada berkres. Untuk menentukan nada dasar 2# adalah menunjuk nada ke 5 dari nada dasar 1# ( G = do). nada yang ke lima pada nada dasar G = do adalah d. berarti nada dasar untuk 2# adalah d = do. jangan lupa, setiap nada ke -7 naikkan ½ nada. Maka apabila nada dasar 2# diuraikan adalah : d – e – fis – g – a – b – cis – d. parhatikan nada ke lima pada nada dasar d = do, nada tersebut adalah nada “a”, maka nada “a” tersebut adalah nada dasar untuk 3#. Dan jangan lupa nada yang ke-7 dinaikkan lagi ½ nada dan beri akhiran “is”. Dapatkah kamu menguraikan susunan nada untuk 4 # dan seterusnya? Dan selalu ingat setiap nada yang kena mol atau kres ; tuts yang dipakai adalah tuts hitam (barisan atas). Sedangkan nada yang natural tuts yang dipakai adalah tuts putih ( barisan bawah). Pada tangga nada mayor adakalanya terdapat beberapa nada yang mengalami naik atau turun ½ nada, tetapi tidak merubah jarak interval pada susunan nada pada tangga nada mayor. Nada tersebut disebut afiliasi nada, dan pada nada yang terafiliasi diberi tanda garis miring. Misalnya 1 di baca di, 2 dibaca ri, 4 dibaca phi dan lain-lain. ( kecuali nada 3 ( mi ) tidak pernah terafiliasi) apabila garis miringnya menghadap ke kanan berarti nada tersebut diturunkan, sebaliknya apabila garis miringnya kekiri nada tersebut dinaikkan. Nada tersebut dalam bermain organ yang kita tekan adalah tuts hitam. Tetapi apabila nada terafiliasi adalah nada yang kena mol atau kres, maka yang kita tekan adalah tuts putih. ( misalnya nada Fa pada nada dasar F = do, apabila nada fa berubah menjadi phi, maka yang ditekan adalah tuts putih). BAB II PENGENALAN ALAT MUSIK ORGAN Nama lain dari organ ada bermacam-macam. Kalangan Gereja HKBP menyebutnya dengan sebutan Orgel, atau pada zaman dahulu sering disebut Poti Parende. Ada juga yang menyebutnya dengan orgen (lampung). Kita semua pasti sudah pernah melihat bahkan memainkan tuts organ. Kalau kita perhatikan, ada dua baris / deretan tuts, barisan yang dibawah berwarna putih dan barisan atas berwarna hitam. Tuts yang berwarna putih digunakan untuk memainkan nada-nada yang netral ( belum terkena mol/kres) sedangkan tuts yang deretan atas yang berwarna hitam digunakan untuk memainkan nada yang sudah dimodifikasi ( kena mol atau kres, atau afiliasi) Pada awalnya ada organ atau keyboard yang diawali dengan nada F, biasanya digunakan untuk memainkan tangga nada minor, namun belakangan ini semua organ atau keyboard selalu diawali dengan nada C, karena tangga nada mayor lebih dominan digunakan. Beberapa istilah yang terdapat pada Organ Melodi dan Accord Melodi adalah nada-nada yang kita mainkan pada tuts organ, dan dimainkan oleh tangan kanan. Letaknya adalah pada oktav yang kedua sampai oktav yang kelima. Accord adalah nada-nada pengiring dari melodi, letaknya pada octav yang pertama atau yang kedua, dan dimainkan oleh tangan kiri. Pada pemakaiannya, melodi dan accord selalu dimainkan secara bersamaan. Accord ada tiga macam, yaitu Tonika ( 1 – 3 – 5 ), dominan ( 4 – 6 ) dan subdominan (7 – 2 ). SUSUNAN HARMONISASI NADA DAN ACORD Perhatikan cara penulisan huruf notasinya. Notasi yang ditulis dengan huruf kapital berarti posisi nada tersebut adalah 1 oktav diatas nada yang ditulis dengan huruf kecil. 1. Nada Dasar C = do Susunan nada : c – d – e – f – g – a – b – c’ Harmonisasi nada : do : g-C mi : c-e sol : e-g Fa : c-f la : f-a Re : b-D 7 : g-D Acord : 1 3 5: g-c 4 6 : f-a 2 7 : g-G 2. Nada Dasar G = do (1#) Susunan nada : g – a – b – c – d – e – fis – g’ Harmonisasi nada : do : d-g mi : g-b sol : b-d Fa : g-C la : c-e Re : fis-a si : d-fis Acord : 1 3 5 : g – D 4 6 : c – e 7 2 : d – D 3. Nada Dasar A = do (2#) Susunan Nada : d – e – fis – g – a – b – cis – d’ Harmonisasi Nada : do : a-D mi : d-fis sol : fis-a Fa : d-g la : g-b Re : cis – e si : a-Cis Acord : 1 3 5 : d – A 4 6 : g – b 7 2 : a – A 4. Nada Dasar A = do (3#) Susunan Nada : a – b – cis – d – e – fis – gis – a’ Harmonisasi Nada : do : e-A mi : a-CIS sol : cis-e Fa : a-D la : d-fis Re : gis-b si : e-gis Acord :1 3 5 : a – E 4 6 : d – fis 7 2 : e – E 5. Nada Dasar F = do (1b) Susunan Nada : f – g – a – bes – c – d – e – f’ Harmonisasi Nada : do : c-f mi : f-a sol : a-C Fa : f-BES la : bes – d Re : e-g si : c-e Acord 1 3 5 : f – C 4 6 : Bes – D 7 2 : c – C 6. Nada Dasar Bes = do(2b) Susunan Nada : bes – c – d – es – f – g – a – Bes’ Harmonisasi Nada : do : f-bes mi : bes-D sol : d-f Fa : bes-es la : es-g Re : e-g si : f-a Acord 1 3 5 : bes – F 4 6 : es – g 7 2 : f – F 7. Nada Dasar Es = do (3b) Susunan Nada : es – f – g – as – bes – c – d – Es’ Harmonisasi Nada : do : bes-Es mi : es-g sol : g-Bes Fa : es-as la : as-C Re : d-f si : bes-d Acord 1 3 5 : es – bes 4 6 : as – c 7 2 : bes – bes (Bes – d) 8. Nada Dasar As = do (4b) Susunan Nada : as – bes – c – des – es – f – g – as Harmonisasi nada : do : es-AS mi : as-C sol : c-es Fa : as-DES la : des-f Re : g-bes si : es-g Acord : 1 3 5 : es – AS 4 6 : des – f 7 2 : es – ES . Daftar lagu Wajib yang harus dihapal notnya. ( lagu yang dipakai dalam VOTUM pada tata ibadah kebaktian GKPS) Haleluya No. 5 (Lagu Galangan) Kidung Jemaat No 287 A Haleluya No. 12 (Lagu Galangan) Kidung Jemaat No 403 Haleluya No. 249 (Lagu Galangan) Haleluya No. 340 (Lagu Galangan) Haleluya No. 383 (Lagu Galangan) Haleluya No. 281 (Lagu Galangan) Haleluya No. 332 (Lagu Penutup Ambilan Kebaktian Model D) Haleluya No. 18 (Lagu menyambut Ambilan Kebaktian Model D) Es = do 1 1 3 3 0 3 3 5 5 0 5 5 6 . 5 4 3 . . Hale lu ya Ha le lu ya Ha le lu - - - - - - - ya! 1 1 3 4 5 5 3 4 5 5 ‘ 5 5 5 5 1 . 5 .’ 5 5 5 5 6 . 3 .’ Ai Ham do si ma da ha ra ja on, pa kon ha go go hon. Am pa ha sa nga pon 3 4 4 4 3 . 2 1 . 2 . 1 . . . Sa do kah ni do kah ni a men 5 . 6 . 5 . 6 . 5 . 4 . 3 . A ------ men A ------- men A men Disusun oleh SARDIN PURBA Untuk Kalangan Sendiri GKPS PASAR KEMIS 2013

Rabu, 15 Agustus 2012

HINASUMBA - Masakan Khas Simalungun
a. Bahan-Bahan : - daging babi atap daging ayam - halawas - sangge sangge - lada - garam - kalapa gongseng - kalapa muda - beras - air sikkam b.Cara Membuat : * daging direbus setengah masak, kemudian dicincang halus * halawas dan sangge sangge digiling sampai halus * LADA halus dan garam halus * tepung beras * perasan holatti/ air sikkam. c.Cara Mencampur : 1.Daging dimasukkan ke dalam baskom kemudian pisahkan daging dengan tulang. 2.Masukkan lada + garam secukupnya dan di aduk sampai rata 3.Masukkan sanggesangge dan halawas diaduk samapai rata 4.Mamasukkan kelapa gongseng, secukupnya,kemudian diaduk rata. 5.Kemudian kelapa muda secukupnya dicampur dan aduk sampai rata 6.Masukkan air perasan holat, aduk rata kemudian masukkan beras dan aduk rata sampai mengeluarkan aroma sedap. Setelah itu siap dihidangkan, Selamat mencoba Sumber: http://www.gobatak.com/hinasumba-masakan-khas-simalungun/
Pada umumnya cabe dapat ditanam pada dataran rendah sampai ketinggian 2000 meter dpl. Cabe dapat beradaptasi dengan baik pada temperatur 24 – 27 derajat Celsius dengan kelembaban yang tidak terlalu tinggi. Tanaman cabe dapat ditanam pada tanah sawah maupun tegalan yang gembur, subur, tidak terlalu liat dan cukup air. Permukaan tanah yang paling ideal adalah datar dengan sudut kemiringan lahan 0 sampai 10 derajat serta membutuhkan sinar matahari penuh dan tidak ternaungi, pH tanah yang optimal antara 5,5 sampai 7. Tanaman cabe juga sangat bagus jika intensitas pengairannya cukup, tetapi apabila jumlahnya berlebihan dapat menyebabkan kelembaban yang tinggi dan merangsang tumbuhnya penyakit jamur dan bakteri (dalam kasus saya dulu, sebelum cabe kriting saya pindah ke tanah/kebun, saya mempergunakan dahulu polybag sebagai media sementara untuk memperkuat akar dan supaya unsur hara dari pupuk kandang dapat terserap optimal, namun proses penyiraman melalui hujan yang terus menerus membuat tanah terlalu basah dan akhirnya beberapa tanaman busuk dan mati), namun sebaliknya juga Jika kekurangan air, tanaman cabe dapat kurus, kerdil, layu dan mati. jadi harus benar2 diperhatikan tingkat pengairannya agar tak terlalu over. Pengairan dapat menggunakan irigasi, air tanah dan air hujan, sebaiknya menghadapai musim kemarau, kita membuat kolam penampung dari pelasti di kebun kita agar pasokan air untuk tanaman dapat terjaga secara optimum. Cabe merupakan tanaman perdu dari famili terong-terongan (solanaceae.)yang memiliki nama ilmiah Capsicum sp. Cabe berasal dari benua Amerika tepatnya daerah Peru dan menyebar ke negara-negara benua Amerika, Eropa dan Asia termasuk Negara Indonesia. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Di Malaysia dan Singapura ia dinamakan cili padi, di Filipina siling labuyo, dan di Thailand phrik khi nu. Di Kerala, India, terdapat masakan tradisional yang menggunakan cabai rawit dan dinamakan kanthari mulagu. Dalam bahasa Inggris ia dikenal dengan nama Thai pepper atau bird’s eye chili pepper. Buah cabai rawit berubah warnanya dari hijau menjadi merah saat matang. Meskipun ukurannya lebih kecil daripada varitas cabai lainnya, ia dianggap cukup pedas karena kepedasannya mencapai 50.000 – 100.000 pada skala Scoville. Cabai rawit biasa di jual di pasar-pasar bersama dengan varitas cabai lainnya. Cabai rawit dapat tumbuh baik didataran tinggi , maupu di dataran rendah . bertanam cabai rawit dapat memberikan nila ekonomi yang cukup tinggi apabila diusahakan dengan sungguh – sungguh .Satu hektar tanaman cabai rawit mampu menghasilkan 8 ton buah cabai rawit karena tanaman cabai rawit dapat kita usahakan selama dua sampai dua setengah tahun selama musim tanam . Tanaman cabai rawit menyukai daerah kering, dan ditemukan pada ketinggian 0,5-1.250 m dpl. Perdu setahun, percabangan banyak, tinggi 50-100 cm. Batangnya berbuku-buku atau bagian atas bersudut. Daun tunggal, bertangkai, letak berselingan. Helaian daun bulat telur, ujung meruncing, pangkal menyempit, tepi rata, pertulangan menyirip, panjang 5-9,5 cm, lebar 1,5-5,5 cm, berwarna hijau. Bunga keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk bintang, bunga tunggal atau 2-3 bunga letaknya berdekatan, berwarna putih, putih kehijauan, kadang-kadang ungu. Buahnya buah buni, tegak, kadang-kadang merunduk, berbentuk bulat telur, lurus atau bengkok, ujung meruncing, panjang 1-3 cm, lebar 2,5-12 mm, bertangkai panjang, dan rasanya pedas. Buah muda berwarna hijau tua, putih kehijauan, atau putih, buah yang masa.k berwarna merah terang. Bijinya banyak, bulat pipih, berdiameter 2-2,5 mm, berwarna kuning kotor. Cabai rawit terdiri dari tiga varietas, yaitu cengek leutik yang buahnya kecil, berwarna hijau, dan berdiri tegak pada tangkainya; cengek domba (cengek bodas) yang buahnya lebih besar dari cengek leutik, buah muda berwarna putih, setelah tua menjadi jingga; dan ceplik yang buahnya besar, selagi muda berwarna hijau dan setelah tua menjadi merah. Buahnya digunakan sebagai sayuran, bumbu masak, acar, dan asinan. Daun muda dapat dikukus untuk lalap.Cabal rawit dapat diperbanyak dengan biji. Jenis cabai rawit yang sering diusahakan adalah sebagai berikut : 1. cabai kecil atau cabai jemprit buahnya kecil dan pendek , lebih pedas dibandingka Janis cabai lainnya. 2. cabai putih atau cabai domba buahnya lebihbesar dari cabai jemprit atau cabai celepik , dan rasanya kurang enak. 3. cabai celepik buahnyalebih besar dari pada cabai jemprit dan lebih keci dari cabai domba. Rasanya tidak sepedas cabai jemprit . sewakti muda berwarna hijau setelah masak berwarna merah cerah . Syarat tumbuh Untuk mendapatkan cabai rawit yang tinggi kita harus mengetahui yang syarat tumbuh yang diinginkan oleh cabai rawit. Adapun syarat nya sebagai berikut : 1. tanah - gembur - subur atau banyak mengandung zat makan - pembuangan airnya baik ( tidak tergenang) , dan - banyak mengandung humus 2. tempat tumbuh ( daerah ) - dataran rendah - dataran tinggi 3. iklim tanaman cabai rawit dapat tumbuh , baik pada daerah yang kurang hujan maupun yang sering hujan . suhu udara yang diperlukan tanaman ini adalah berkisar antara 25* c – 31* Bahan dan Alat 1. alat yang diperlukan untuk menanam cabai rawit Cangkul, garpu tanah, kored, gembor ember, sprayer, ember, meteran, keranjang, timbangan, tali kenca ( pelurus ) 2. bahan – bahan yang diperlukan untuk menanam cabai rawit , benih cabai rawit, pupuk kandang, urea, TSP, Bambo, Insektisida, Fungisida, KCL, Pelastik kecil bumbungan, Lalang atau daun kelapa. BERCOCOK TANAM Pertumbuhan tanaman cabai rawit yang baik dan hasil produksinya tinggi merupakan dambaan dan harapan kita semua . untuk mencapai tahapan tersebut kita harus melakukan kegiatan bercocok tanam cabai rawit yang menggunakan tahapan – tahapan sebagai berikut: Pengolahan tanah dapat dilakukan membajak atau mencangkul sedalam 25 – 30 cm hingga tanah menjadi gembur . setelah itu biarkan 7 – 14 hari untuk mendapatkan sinar matahari Pembuatan bedeng • lebar bedeng 100 – 120 cm • tinggi bedeng 20 – 30 cm • jarak antara bedeng dengan bedeng lainnya 30 – 45 cm . arah bedeng memanjang ke utara selatan . Syarat pupuk kandang yang baik adalah • tidak berbau • tidak panas • berwarna kehitam hitaman , dan • benar – benar sudah matang Jarak tanaman cabai rawit sebagai berikut • 50 x 100 cm • 60 x 70 cm • 50 x 90 cm Cara pembuata jarak tanaman a. pasang tali kenca ( pelurus ) sejajar dengan panjang bedeng , kira – kira 10 cm dari tepi edeng b. ukur jarak tanaman yang diinginkan pada sepanjang tali kencana tersebut c. buat lubang tanaman sesuai dengan jarak tanaman tersebut , kemudian beri pupuk besar • pupuk kandang = 1 kg / lubang • pupuk urea = • pupuk TSP = • pupuk KCI = d. campurkan ketiga pupuk buatan hinga rata dan masukan pada setiap lubang yang telah dibuat Pesemaian pesemaian merupakan kegiatan untuk menghasilkan bibit tanaman atau calon tanaman yang baik . adapun tahapan pesemaian adalah sebagai berikut : Membuat bedeng atau tempat pesemaian , ukuran bedeng pesemaian sebagai berikut • lebar bedeng 1 – 1,2 m • panjang bedeng 3 – 5 m • tingi bedeng 15 – 20 cm Penyemaian benih Kebutuhan benih untuk satu hektar berkisar antar 300 – 500 benih . sebelum benih disemai atau ditabur, tempat pesemaian disiram merata . beberapa cara menyemai benih cabai rawit sebagai berikut : – semai bebas atau ditabur merata – semai dalam baris – semai berkelompok Penanaman Bibit tanaman cabai rawit yang telah berumur 1 bulan segera ditanam . penanaman sebaiknya pada sore hari agar tanaman tidak layu. ciri – ciri bibit yang siap tanam adalah sebagai berikut : • telah berumur satu bulan • tidak terserang hama dan penyakit • pertumbuhan tanaman seragam Cara penanaman • siram bibit yang akan ditanam • pilih bibit yangakan ditanam • lepaskan bumbung atau pelastik dari bibit • padatkan tanah disekeliling tanaman bibit yang telah dimasukan kelubang agar tidak rebah Pemeliharaan tanaman a. penyiraman penyiraman dilakukan 2 kali sehari atau di sesuaikan dengan keadaan tanah. Pada waktu pelepasan air dari petak penanaman harus dilakukan dengan pelan agar tidak terjadi pencucian pupuk dari bedeng tanaman. b. penyiangan rumpu liar yang tumbuh disekita tanaman harus dicabit atau di siang dengan kored atau sabit c. pemupukan Jumlah pupuk yang dibutuhkan dalam satu hektar adalah • urea = 200 kg • TSP = 200 kg • KCI = 150 kg d. hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman cabai rwit adalah sebagai berikut : - tungau marah - kutu daun berwarna kuning - kutu gurem atau thrips tanda – tanda tanaman terserang - tanaman berwarna seperti perak - tanaman tampak pucat - daun menjadi layu pengendalian - cabut tanaman yang terserang berat - kumpulkan bagian tanaman yang terserang ,lalu dibakar PANEN Panen merupakan kegiatan yang dinanti – nanti untuk menikmati jerih payah selama penanaman , produksi cabai rawit hampir sama dengan cabai besar , hanya saja umur cabai rawit lebih lama yaitu 2 – 3 tahun , sehingga produksi cabai rawit lebih tinggi dari pada cabai besar . Cabai rawit dapat dipanen hijau ( muda ) dan dipanen merah atau sudah masak . bila cabai rawit di panen hijau, cabai kelihatan bernas dan berisi . Pemanenan cabai rawit dapat dilakukan 4 – 7 hari sekali atau tergantung pada situasi harga pasaran . Komposisi Cabe Komposisi : Buahnya mengandung kapsaisin, kapsantin, karotenoid, alkaloid asiri, resin, minyak menguap, vitamin (A dan C). Kapsaisin memberikan rasa pedas pada cabai, berkhasiat untuk melancarkan aliran darah serta pematirasa kulit. Biji mengandung solanine, solamidine, solamargine, solasodine, solasomine, dan steroid saponin (kapsisidin). Kapsisidin berkhasiat sebagai antibiotik. Manfaat Cabai Rawit Bagian yang digunakan Seluruh bagian tumbuhan dapat digunakan sebagai tanaman obat, seperti buah, akar, daun, dan batang. Indikasi Cabai rawit dapat digunakan untuk : 1.Menambah nafsu makan 2.menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, 3.batuk berdahak, 4.melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, 5.migrain. Cara Pemakaian Untuk obat yang diminum, buah cabai rawit digunakan sesuai dengan kebutuhan. Dalam hal ini cabai rawit dapat direbus atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, rebus buah cabai rawit secukupnya, lalu uapnya dipakai untuk memanasi bagian tubuh yang sakit atau giling cabai rawit sampai halus, lalu turapkan ke bagian tubuh yang sakit, seperti rematik, jari terasa nyeri karena kedinginan (frosbite). Gilingan daun yang diturapkan ke tempat sakit digunakan untuk mengobati sakit perut dan bisul. Peenggunaan Cabai Kaki dan tangan lemas (seperti lumpuh) Sediakan 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang kaki ayam yang dipotong sedikit di atas lutut, 60 g kacang tanah, dan 6 butir hung cao. Bersihkan bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyak sampai bahan-bahan tersebut terendam seluruhnya (kira-kira 1 cm di atasnya). Selanjutnya, tim ramuan tersebut. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum, sehari dua kali, masing-masing separo dari ramuan. Sakitperut Cuci daun muda segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit kapur sirih, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian perut yang sakit. Rematik Giling 10 buah cabai rawit sampai halus. Tambahkan 1/2 sendok teh kapur sirih dan air perasan sebuah jeruk nipis, lalu aduk sampai rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Frosbite Buang biji beberapa buah cabai rawit segar, lalu giling sampai halus, kemudiam balurkan ke tempat yang sakit. Catatan: Penderita penyakit saluran pencernaan, sakit tenggorokan, dan sakit mata dianjurkan untuk tidak mengonsumsi cabai rawit. Rasa pedas di lidah menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiat endogen) yang dapat menghilangkan rasa sakit dan menimbulkan perasaan lebih sehat. Hasil penelitian terbaru, cabai rawit dapat mengurangi kecenderungan terjadinya penggumpalan darah (trombosis), menurunkan kadar kolesterol dengan cara mengurangi produksi kolesterol dan trigliserida di hati. Pada sistem reproduksi, sifat cabai rawit yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk. Selain itu, dengan kandungan zat antioksidan yang cukup tinggi (seperti vitamin C dan beta karoten), cabai rawit dapat digunakan untuk mengatasi ketidaksuburan (infertilitas), afrodisiak, dan memperlambat proses penuaan.

Kamis, 02 Agustus 2012

Logo Sekolah ku yang tercinta : SMT Pertanian Negeri Pematang Raya

Selasa, 10 Juli 2012




SEJARAH PURBA SIDAGAMBIR

Oleh Jan Roi Purba Sidagambir

Marga Purba Sidagambir pada awalnya adalah marga Purba Sidadolog, yang sulung adalah marga sidadolog dan yang bungsu akhirnya bergantih marga menjadi purba sidagambir, Pergantian marga tersebut tepatnya terjadi di daerah Simarpapan pada sekitar tahun 1605
Pada masa itu masih berlaku di Simalungun sistem partuanon, yang sulung marga purba Sidadolog lah yang memegang tampuk kekuasaan pada masa itu, sedangkan yang bungsu mencari kegiatan tersendiri yaitu Membuat Gambir (manopa Gambir) di sebuah pondok kecil.

Partuanon itu berada di daerah sinaman antara tahun 1575 – 1645 yang menjadi tuan pada pada partuanon tersebut adalah Tuan dolog masagal Purba Sidadolog.
Kehidupan 2 bersaudara ini sangat tidak harmonis di karenakan adanya perbedaan sifat yang sangat kontras antara mereka berdua dan konflik antara mereka berdua semakin parah karena yang sulung memaksa nikah saudara perempuan (botou) mereka ke daerah Samosir,Botou mereka sempat menetap di samosir, dan pada suatu waktu akibat ketidakcocokan dengan suaminya di Samosir dia kembali ke Simalungun sehingga ia dengan memakai perahu menyeberangi danau toba dan sampai ke daerah tigaras dan di tigaras akhirnya meninggal dunia akibat kecapaian di yakini sekarang ini tempatnya meninggal adalah sebuah batu besar ke arah timur tigaras. Jika marga purbaSidadolog / sidagambir memancinag di daerah sekitar batu tersebut dan berkeinginan mendapatkan ikan maka dengan keyakinan kita bisa meminta bantuan yang maha kuasa dengan perantaraan leluhur (amboru) yang meninggal di sekitar batu tersebut.

Suatu masa ketika ada jamuan makan di dalam rumah bolon, Tuan teringat akan adiknya yang sedang berada di dalam pondoknya membuat gambir sehingga tuan menyuruh seorang pembantu untuk mengajak adiknya untuk ikut serta dalam jamuan makan namun ajakan abangnya tersebut di tolak olehnya dan menyuruh pembantu tersebut agar kembali ke rumah bolon, pembantu tersebut bergegas kembali ke rumah bolon dan menyampaikan tolakan tersebut, lalu Tuan membungkuskan makanan di dalam daun pisang dengan rapi dan menyuruh pembantu tersebut kembali ke tempat adiknya untuk menyerahkan makanan tersebut namun di pertengahan jalan pembantu tersebut justru memakan makanan yang di titipkan Tuan tersebut dan mengganti makanan tersebut dengan pamorohan sikkam, pamoroan sikkam tersebut kembali di bungkusnya dengan rapi dengan daun pisang dan mengantarkannya kepada adik tuan tersebut.

Adik raja tersebut sangat senang menerima bungkusan tersebut, lalu ia menghentikan pekerjaanya dan mulai membuka bungkusan tersebut,alangkah terkejutnya dia ketika mulai meihat isi bungkusan tersebut bukan makanan yang di hidangkan tapi justru pamoroan sikkam, maka si adik sangat marah dan atas emosinya yang meluap akhirnya dia membuat sumpah di panopaan gambirnya bahwa sejak hari kejadian tersebut dia dan keturunannya tidak akan lagi menggunakan marga Sidadolog mulai hari itu di panopaan gambirnya dia dan keturunannaya adalah marga Purba Sidagambir sesuai dengan pekerjaannya membuat gambir.
Sejak dia bersumpah tidak memakai marga Purba Sidadolog maka hubungannya dengan abangnya yang merupakan Tuan Dolog Masagal semakin renggang namun ia masih menetap di daerah kerajaan abangnya dan keturunannya lah yang akhirnya merantau dan membuat partuanon yang baru.

Partuanon yang di bangun oleh Purba Sidagambir mulanya ada di daerah Rajani Huta kemudian dari rajani huta menyebar ke Tanjung marolan (sekarang lebih di kenal dengan nama dolog huluan).Yang paling sulung dari sidagambir Rajani huta pergi memperluas wilayah ke daerah tanjung marolan dan membuka daerah disana. Sedangkan di daerah dolog huluan sudah lebih dulu menetap sidagambir tuan buttu namun mereka di serang oleh daerah lain dan mengalami kekalahan serta melarikan diri ke daerah tanjung marolan. Di tanjung marolan mereka meminta bantuan kepada saudaranya yaitu sidagambir sin rumah bolon yang menjadi tuan di daerah tersebut.bersama dengan sidagambir sin rumah bolon dan pasukannya mereka kembali merebut dolog huluan dan bersama sama menguasi Dolog huluan. Lalu mereka mendirikan pagar untuk membatasi perkampungan dan perladangan,pagar tersebut dibuat mengelilingi dolog Huluan dan dibagi menjadi 5 bagian nama pagar tersebut sesuai dengan pembagian marga sidagambir dan masing masing marga tersebut menjaga pagar tersebut agar tidak bisa di lewati hewan peliharaan dan merusak tanaman masyarakat dan jika terjadi perusakan tanaman oleh hewan maka pagar yang menjadi lintasan hewan tersebut akan di denda penjaganya. Pagar Sidagambir tuan buttu sering menjadi lintasan hewan hewan peliharaan ke daerah perladangan sehingga mereka di denda oleh partuanon padahal kejadian tersebut merupakan ulah orang orang yang merasa sirik. Akibat terlalu sering di denda dan di jolimi mereka menjadi sakit hati dan meninggalkan Dolog Huluan kemudian pindah ke daerah pangkalan tongah .

Lalu pada masa Rajaiam di daerah huta bagas semakin banyaklah keturunan marga sidagambir di dolog huluan akibat banyaknya istri. Lalu kemudian anak kedua dari tuan rajaiam dari istri pertamanya yaitu jaham di suruh kembali kedaerah tanjung marolan bersama 3 istrinya (sinaga,sumbayak, turnip) namun di tanjung marolan terjadi tanah longsor (lubang tano) sehingga mereka membuat perkampungan baru ke arah barat tanjung marolan yaitu nama perkampungannya Mariah dolog. Sedangkan anak Tuan Rajaiam yang paling sulung meneruskan partuanon yang ada di dolog huluan. Pada masa Tuan Mordjati untuk memperluas wilayah dia memindahkan marga sidagambir ke daerah bangun rahu.

Tuan yang terakhir di dolog huluan adalah Tuan Rami pada masa Tuan Rami lah terjadi Revolusi di Simalungun dimana raja raja dan tuan tuan di bunuh dengan pisau sebab banyak raja raja dan tuan tuan tidak mempan ditembak dengan peluru. Namun Tuan Rami tidak ikut terbunuh walau sudah sempat di bawa pasukan Harimau Liar, di Silau Marihat pasukan yang membawa Tuan Rami tersebut berjumpa dengan Pasukan Harimau Liar lainnya dan pasukan Harimau liar tersebut merupakan Penduduk Dari Dolog Huluan karena mereka lah Tuan Rami di bebaskan sebab di mata mereka Tuan Rami adalah Pemimpin yang baik dan adil.

Setelah Revolusi Di Simalungun tuan Rami menjadi penduduk biasa dan bekerja sebagai petani sampai akhirnya meninggal dunia dan di kuburkan di Huta Bagas Dolog Huluan.
Tario Purba Sidagambir menjadi Pangulu pertama di Dolog Huluan setelah masa Partuanon di Simalungun berakhir.
Rajaiam memiliki 5 orang istri dan yang menjadi permaisurinya adalah saudara perempuan dari raja raya jadi partuanon dolog huluan adalah boru dari partuanon di raya. Hubungan partuanon Dolog Huluan dan partuanon Raya semakin harmonis sebab tuan rajaiam dapat menjinakkan kerbau liar milik raja Raya dan sebagai ucapan terimakasih raja raya kepada rajaiam dia memberikan sepasang kerbau kepada rajaiam.
Di dolog huluan sendiri yang menjadi si pukkah huta adalah marga Purba Sidagambir partuanon yang di bangun ada di bawah naungan raja panei purba Dasuha, namun rumah bolon yang ada di dolog huluan tepatnya di huta bagas musnah terbakar pada 30 12 1936
Di dolog huluan marga purba sidagambir terbagi menjadi 5 bagian yaitu
1.Sidagambir Sin Rumah bolon
3.Sidagambir Parkahap (Tuan kahap kahap)
4.Sidagambir Tuan buttu
2.Sidagambir Raja goraha
5.Sidagambir Tuan Sipandan

Pembagian marga tersebut dibuat berdasarkan spesifikasi kerja, dan pangkat dalam partuanon serta berdasarkan tempat tinggal
Sin Rumah bolon adalah yang tertua karena yang memegang partuanon di dolog huluan adalah marga Sidagambir sin rumah bolon sebab berdasarkan partuanon di Simalungun yang meneruskan kerajaan adalah anak yang paling sulung. Fakta lain yang mendukung Sin rumah bolon sebagai sidagambir yang paling sulung adalah tutur yang berlaku di dolog huluan. Sidagambir yang 4 lagi memanggil abang kepada Sidagambir Sin Rumah bolon.
Sidagambir parkahap (Tuan kaha kaha) di berikan gelar tersebut karena keahlian mereka dalam mengamati dan melihat kelemahan musuh atau lebih tepatnya peran mereka adalah sebagai intel
Sidagambir raja goraha diberikan nama tersebut disebabkan karena mereka adalah panglima perang partuanon Dolog huluan sebagai pilar utama pertahanan dolog huluan
Sedangkan Sidagambir tuan Sipandan dan Tuan buttu di berikan gelar tersebut di sebabbkan tempat tinggal mereka. Sidagambir tuan buttu mayoritas tinggal di dearah yang tinggi letaknya di Daerah dolog huluan
Dan sidagambir tuan sipandan menetap di tiga sipandan sekarang lebih dikenal dengan nama Bah bolon. Di daerah tersebut dahulu ada sebuah kayu besar yaitu kayu “buah” namun sekarang sudah di tumbang dan hanya menyisakan batang sisa pemotongannya saja.

Jumat, 15 Juni 2012

Kesal....................................................
Milas mando pangahap mardingat Sekolah ku na Favorit hinan malah terlantar, seng binotoh salah ija, janah sedo namin sihol uhur diri lao manorihi na marsalah, tapi bani panorang on domma tangkas, bahasa Sikolah hai hinan lang be songon nahutadinghon atap pe songon sanggah tardaftar pe au sebagai siswa ijai.
nalajou do namin mambuka forum ase paulakhon semangat ni alumni marhitei mambahen pandapotni bei bani Facebook, tapi haganup do lang dong na mambotoh, aha do solusi natepat, halani lang binotoh homa halani aha do ase terjadi permasalahan ai. jut pikkiran......

Senin, 09 April 2012

Nasuan ma timbahou, dua gantang sadari
na ubahma parlahou, ulang songon sonari